Bersemangat dalam hidup

27 April 2009 at 00:14 1 komentar

anakbelajar1Semoga Allah yang Menggenggam langit dan bumi, membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah di balik kejadian apapun yang menimpa. Dan, semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita.

Saudaraku, yang mahal dalam hidup ini adalah semangat dan kemampuan untuk mempertahankan semangat tersebut. Kita tidak akan pernah meraih apapun yang dalam hidup ini tanpa adanya semangat. Bahkan, kita pantas melupakan kesuksesan kalau kita tidak memiliki semangat.

Rahasia seorang pemimpin, rahasia seorang entrepreneur, dan seorang yang sukses adalah kemampuannya untuk selalu bersemangat dan mampu menularkannya pada orang lain. Dengan semangat yang menggebu, seseorang akan memiliki kemampuan untuk membaca peluang lebih banyak dibanding orang yang tidak bersemangat. Kalau orang sudah bersemangat dalam hidup, maka ia akan mampu berbuat lebih banyak. Dan, semangat itulah yang bisa menggerakkan. Seseorang rela berhujan-hujanan pergi ke pengajian. Apa sebabnya? Ia bersemangat mencari ilmu. Seorang pemuda rela pergi malam-malam ke rumah kekasihnya. Apa sebabnya? Ia bersemangat untuk bertemu dengan si dia.

Maka pertanyaan yang layak kita kemukakan adalah: bagaimana agar kita selalu bersemangat dalam hidup? Semangat akan tumbuh bila ada harapan. Setiap ada harapan, maka di sanalah ada semangat. Sebagai ilustrasi, ada seseorang terjebak dalam gua yang gelap. Badannya sudah lemah dan harapannya sudah hampir habis. Ketika itu ia melihat setitik cahaya dan terpaan semilir angin. Apa yang terjadi pada orang tersebut? Sudah dapat ditebak, semangatnya akan bangkit kembali. Ia menyangka bahwa di sekitarnya pasti ada lubang, dan ia pun akan berjuang untuk mencari lubang angin dan cahaya tersebut. Termasuk dalam bab cinta. Kita akan bersemangat mencintai seseorang, tatkala ada harapan untuk mendapatkannya.

Dari mana harapan itu datang? Ternyata, harapan tidak timbul dengan sendirinya. Harapan timbul dari input (informasi) yang kita dapatkan. Artinya, orang yang akan selalu bersemangat adalah orang yang memiliki kebiasaan (tradisi) mengumpulkan dan menghimpun informasi. Maka, kalau kita ingin menjadi orang yang selalu bersemangat dalam hidup, maka kita jangan pernah berhenti menghimpun informasi. Berhenti mencari informasi, harapan berkurang, maka semanagat pun pasti berkurang. Lalu, input atau informasi seperti apa yang harus kita dapatkan? Tentu input yang dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi standar BAL (benar, akurat, dan lengkap).

Sebuah keputusan yang tepat biasanya diawali dengan adanya tradisi pengumpulan informasi yang BAL. Kalau kita memiliki tradisi ini, kita akan semakin bersemangat dan memiliki peluang besar untuk menghasilkan keputusan yang tepat dalam hidup. Inilah modal yang paling mahal dari seorang yang ingin sukses dalam hidupnya.

Kalau kita menelaah Alquran, kata iqra sebagai kata pertama dari Alquran yang diturunkan pada Rasulullah SAW maknanya tidak sekadar membaca, tapi juga menghimpun informasi. Karena itu, tradisi mengumpulkan informasi jauh-jauh hari sudah diperintahkan Allah SWT.

Masalahnya, tradisi menghimpun informasi ini belum menjadi keseharian kita. Kebanyakan, hari-hari kita berlalu begitu saja tanpa ada manfaat. Kalaupun ada informasi yang masuk, mekanisme kita sering salah, serampangan, dan tidak dipilah-pilah. Karena itu, yang timbul adalah semangat emosi bukan semangat solusi. Jadi, kita harus mulai mengubah cara berpikir atau paradigma tentang informasi. Uang yang kita gunakan untuk menghimpun informasi bukan sebuah pengeluaran, tapi investasi.

Marilah kita iqra, punya tradisi, perangkat, uang untuk selalu bergerak berdasarkan informasi yang BAL agar tindakan kita benar-benar akurat. Kalau kita kaya dengan informasi, otomatis kita akan kaya dengan harapan, kaya dengan semangat, dan tindakan kita akan selalu tepat dan akurat. Pergi ke mana saja kita harus menjadi penghimpun informasi.

Artinya, bercita-cita apapun kita, pertanyaannya, sejauh mana kita gemar terhadap informasi yang BAL? Informasi bisa lewat buku, media cetak, televisi, internet, atau seorang guru. Karena itu, kalau kita berjumpa dengan seseorang, maka usahakan perjumpaan tersebut bisa menambah input yang benar bagi kita. Lihat pemilu, seharusnya mampu mendatangkan input bagi peningkatan kualitas diri kita. Intinya, dalam kondisi apapun jadikanlah kita penampung informasi yang BAL. Bila ini yang terjadi, insya Allah hidup akan terasa lebih mudah. Wallahu a’lam bish-shawab.
oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Entry filed under: Artikel Islami. Tags: , , , , , , , , .

Kapan Bicara Kapan Mendengar Keutamaan Akhlak

1 Komentar Add your own

  • 1. Hadi  |  12 Mei 2010 pukul 01:12

    ^_^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Random Ayat Alqur’an

Asmaul Husna

Arsip

Add to Technorati Favorites

Jumlah Pengunjung

  • 109,493
Join My Community at MyBloglog!

Masukkan Code ini K1-F9A1B6-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

my tweet


%d blogger menyukai ini: