Posts tagged ‘ihsan’
Tingkatan Berbuat Ihsan
”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An-Nahl [16] : 128).
Sebagai makhluk sosial, manusia tak pernah bisa hidup sendiri tanpa interaksi dengan yang lain. Mereka diciptakan dalam keadaan sangat lemah sehingga untuk menutupi kelemahannya itu, setiap manusia membutuhkan bantuan dan pertolongan. Maka terjadilah interaksi, hubungan timbal balik, saling tolong, dan saling membantu. (lagi…)
Meneladani Asy Sahiid
Allah Azza wa Jalla melihat apa yang kita lakukan, dan kelak akan memintai tanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan tersebut. Karena itu, melakukan sebuah pekerjaan atau ‘amal dengan kualitas terbaik, menjadi sebuah keniscayaan.
Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk bersikap ihsan (merasa melihat dan dilihat Allah) dalam setiap gerak langkah kita. (lagi…)
Iman adalah Obat Jiwa dan Fisik
Sebelum revolusi sains dan teknologi dan munculnya berbagai peralatan canggih, manusia belum dapat memahami secara pasti mekanisme dan fungsi akal yang membedakan manusia dengan hewan dan pembatasan tempatnya pada otak. Perlahan-lahan tempat-tempat yang terkait dengan indera, bicara dan gerak ditemukan. Penemuan mutakhir yang amat mengagumkan ialah diketahuninya sentra di otak yang aktif disebabkan keimanan dan ibadah yang berfungsi untuk menyeimbangkan peran kejiwaan dan fisik. Hal tersebut menetapakan prinsip penciptaan bahwa iman adalah fitrah yang tertanam dalam jiwa manusia. Jiwa yang khusyuk akan mempengaruhi kesehatan jiwa dan fisik. (lagi…)
Berpikir Secara Mendalam
Banyak yang beranggapan bahwa untuk “berpikir secara mendalam”, seseorang perlu memegang kepala dengan kedua telapak tangannya, dan menyendiri di sebuah ruangan yang sunyi, jauh dari keramaian dan segala urusan yang ada. Sungguh, mereka telah menganggap “berpikir secara mendalam” sebagai sesuatu yang memberatkan dan menyusahkan. Mereka berkesimpulan bahwa pekerjaan ini hanyalah untuk kalangan “filosof”.
Padahal, sebagaimana telah disebutkan dalam pendahuluan, Allah mewajibkan manusia untuk berpikir secara mendalam atau merenung. Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada manusia untuk dipikirkan atau direnungkan:
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (merenungkan) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (QS. Shaad, 38: 29). (lagi…)






Komentar Terakhir