<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rosehan Anwar Blog</title>
	<atom:link href="http://hifzhanberau.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hifzhanberau.wordpress.com</link>
	<description>Kita tidak dapat bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain namun kita dapat berilmu dari ilmu orang lain</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Jan 2012 15:04:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hifzhanberau.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rosehan Anwar Blog</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hifzhanberau.wordpress.com/osd.xml" title="Rosehan Anwar Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hifzhanberau.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kecambah dan Stimulus</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/11/13/kecambah-dan-stimulus/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/11/13/kecambah-dan-stimulus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 14:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1303</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh sebuah Instansi seorang instruktur menyampaikan materi kepada peserta dengan menggunakan bahasa yang kalau boleh dibilang diatas rata – rata untuk audience yang ada, sehingga penafsiran yang terjadi kemudian menjadi hal yang dapat dikategorikan lucu. Dalam seminar tersebut sang pembicara membahas masalah potensi wisata yang ada didaerah para peserta tinggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1303&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/11/kecambah.jpg"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/11/kecambah.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="kecambah" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1304" /></a>Dalam sebuah seminar  yang diadakan  oleh sebuah Instansi  seorang instruktur menyampaikan materi kepada peserta dengan menggunakan bahasa yang kalau boleh dibilang diatas rata – rata untuk audience yang ada, sehingga penafsiran yang terjadi kemudian menjadi hal yang dapat dikategorikan lucu.</p>
<p>Dalam seminar tersebut sang pembicara membahas masalah potensi wisata yang ada didaerah para peserta tinggal dimana dikatakan bahwa Instansi si Instruktur akan memberikan bantuan atau stimulus dana jika kecambah telah tumbuh tanpa menjelaskan apa maksud kalimat kecambah tersebut.<span id="more-1303"></span></p>
<p>Setelah  seminar tersebut selesai para  peserta pulang kerumah masing-masing dengan  perasaan senang karena telah mendapatkan  ilmu dan janji akan diberikan dana bila kecambah telah tumbuh.</p>
<p>Dengan semangat tinggi para peserta seminar selanjutnya menanam kecambah dengan harapan sesuai janji dari Instruktur akan diberikan bantuan dana, karena lahan desa tempat peserta tinggal sangat subur.</p>
<p>Singkat cerita beberapa minggu kemudian setelah kecambah tumbuh para peserta mendatangi Instansi sang Instruktur dengan maksud menagih janji stimulus berupa dana bila kecambah telah tumbuh.</p>
<p>Menyadari kekeliruannya sang instruktur memohon maaf kepada para peserta serta menjelaskan bahwa kecambah yang dimaksud adalah adanya aksi atau kegiatan  yang dilakukan dalam memajukan wisata di tempat asal para peserta seminar.<br />
(RA)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1303&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/11/13/kecambah-dan-stimulus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/11/kecambah.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kecambah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepala</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/07/20/kepala/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/07/20/kepala/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 04:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1299</guid>
		<description><![CDATA[Seekor gorila jantan tampak mondar-mandir di antara anggota kelompoknya. Di situ, ada beberapa gorila betina, gorila jantan kecil, dan beberapa anak gorila yang mulai tumbuh besar. Menariknya, di tengah kelompok itu, si gorila jantan kerap menghampiri sebuah cermin yang menjadi benda kebanggaannya. Setiapkali berada di depan cermin, si gorila jantan begitu betah berlama-lama karena bangga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1299&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/07/gorila2.jpg"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/07/gorila2.jpg?w=150&#038;h=98" alt="" title="gorila2" width="150" height="98" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1300" /></a>Seekor gorila jantan tampak mondar-mandir di antara anggota kelompoknya. Di situ, ada beberapa gorila betina, gorila jantan kecil, dan beberapa anak gorila yang mulai tumbuh besar.</p>
<p>Menariknya, di tengah kelompok itu, si gorila jantan kerap menghampiri sebuah cermin yang menjadi benda kebanggaannya. Setiapkali berada di depan cermin, si gorila jantan begitu betah berlama-lama karena bangga dengan sosok tubuh dan kepalanya yang besar.</p>
<p>“Ah, aku memang pemimpin yang hebat,” ucapnya sambil kedua tangannya memegang kepalanya yang tampak besar di bayangan cermin.</p>
<p>Tiap kali seusai bercermin, sang gorila mengumpulkan kelompoknya untuk mendapatkan semacam ‘arahan’ khusus. Di situlah, ia benar-benar merasa besar.<span id="more-1299"></span></p>
<p>Suatu kali, sang gorila berkunjung ke kelompok beruang. Anggota kelompok beruang ini jauh lebih besar dari kelompok gorila. Dan menariknya, sang gorila menemukan cermin dalam kelompok itu.</p>
<p>“Boleh aku tatap cermin ini untuk melihat seperti apa wajahku?” tanya gorila ke pemimpin beruang. Dan, sang pemimpin beruang pun mempersilakan.</p>
<p>Agak lama sang gorila berdiri di depan cermin. Tapi, tetap saja bayangan dirinya tak berubah. Sang gorila terheran-heran karena bayangan dirinya di cermin si beruang agak aneh. Tubuhnya memang besar, tapi kepalanya kecil.</p>
<p>Saat itu, sang gorila tidak tahu apa sebabnya. Ia hanya bergumam dalam hati, “Ah, cermin rusak!”</p>
<p>Begitu pun ketika ia berada di kelompok macan tutul, ular sanca, buaya, dan beberapa hewan buas lain. Tetap saja, cermin di tempat mereka selalu menampakkan sebuah bayangan yang sama: tubuh besar, tapi kepala kecil.</p>
<p>**<br />
Subjektivitas diri seseorang, terlebih lagi seorang pemimpin, biasanya ingin mendapatkan sebuah bayangan cermin sosial dari orang-orang di sekelilingnya bahwa ia seorang yang punya gagasan besar.</p>
<p>Sayangnya, subjektivitas itu kadang tidak diimbangi dengan objektivitas yang mungkin berbeda ketika bayangan berasal dari cermin sosial di luar kelompoknya.</p>
<p>Karena seorang pemimpin yang benar-benar bergagasan besar akan tetap mendapatkan pengakuan besar, walaupun berasal dari luar kelompoknya. (muhammadnuh@eramusilm.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1299&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/07/20/kepala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/07/gorila2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gorila2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wortel</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/07/20/wortel/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/07/20/wortel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 04:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kelinci]]></category>
		<category><![CDATA[maling]]></category>
		<category><![CDATA[wortel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1296</guid>
		<description><![CDATA[Dua anak kelinci tampak berlari ceria. Mereka begitu gembira karena masing-masing berhasil membawa sebatang wortel segar dari ladang petani. Dalam kegembiraan itu, tiba-tiba seekor kelinci besar menghentikan tingkah riang mereka. “Ayah?” ucap salah satu dari dua anak kelinci itu agak gugup. Mereka berusaha untuk menyembunyikan wortel yang mereka bawa, tapi tidak berhasil. “Kamu mencuri lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1296&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/07/wortel.jpg"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/07/wortel.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" title="wortel" width="150" height="99" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1297" /></a>Dua anak kelinci tampak berlari ceria. Mereka begitu gembira karena masing-masing berhasil membawa sebatang wortel segar dari ladang petani. Dalam kegembiraan itu, tiba-tiba seekor kelinci besar menghentikan tingkah riang mereka.</p>
<p>“Ayah?” ucap salah satu dari dua anak kelinci itu agak gugup. Mereka berusaha untuk menyembunyikan wortel yang mereka bawa, tapi tidak berhasil.</p>
<p>“Kamu mencuri lagi anak-anakku?” tanya kelinci besar yang ternyata ayah mereka. Sang ayah pun menggamit tangan-tangan anak kelinci itu. “Kamu harus dihukum!” ucap sang ayah kemudian.</p>
<p>“Tapi ayah, kami tidak mencuri!” ucap salah satu dari anak kelinci itu.</p>
<p>“Apa kamu sudah minta dengan baik-baik ke kakek petani?” tanya sang ayah kemudian.</p>
<p>“Belum!” jawab sang anak kelinci serempak. Dan, sang ayah kelinci pun memperlihatkan kebingungannya.<span id="more-1296"></span></p>
<p>“Anakku, bagaimana mungkin kamu tidak mencuri sementara wortel yang kamu ambil tidak dengan izin kakek petani?” ucap sang ayah mengungkapkan kebingungannya.</p>
<p>“Begini ayah, kami sama sekali tidak bermaksud mencuri. Kami hanya ingin menyelamatkan wortel-wortel ini dari pencurian tikus-tikus di malam hari. Dan biasanya, tikus-tikus hanya menjadikan wortel-wortel curian mereka untuk bersenang-senang, bukan untuk dimanfaatkan semestinya,” jelas salah satu anak kelinci begitu argumentatif.</p>
<p>“Anakku, tikus-tikus mengambil wortel kakek petani tanpa izin, dan itu kamu sebut mencuri. Kamu pun mengambil wortel yang juga tanpa izin, tapi tidak mau disebut mencuri. Apa kalau yang mengambil wortel memang untuk dimakan tidak disebut mencuri?” ucap sang ayah kelinci.</p>
<p>“Tapi ayah&#8230;,” sergah salah satu anak kelinci itu.</p>
<p>“Anakku,” tegur sang ayah kelinci kemudian. “Siapa pun dan dengan alasan apa pun mengambil hak milik orang lain tanpa izin si pemilik, juga disebut mencuri! Dan itu sama-sama merugikan kakek petani!” jelas sang ayah kelinci lagi. Dan, kedua anak kelinci itu pun mengangguk pelan.</p>
<p>Sang ayah kelinci pun mengambil dua batang wortel itu untuk meminta kedua anaknya mengembalikannya ke petani.<br />
**</p>
<p>Dalam hidup kekinian yang kian mengungkung siapa pun dalam pengapnya racun materialisme, orang kerap tertipu dalam bahasa-bahasa permisif yang menghalalkan segala cara. Pelacuran menjadi pekerja seks komersial, perzinahan menjadi hubungan gelap atau selingkuh, pencurian uang negara menjadi penyimpangan atau penyelewengan anggaran negara.</p>
<p>Dan siapa pun akan bersepakat bahwa pencurian tidak akan hilang hukumnya sebagai pencurian hanya karena niat mencurinya berbeda, atau karena tujuan mencurinya karena sesuatu maksud yang dianggap mulia, atau karena yang mencurinya orang saleh dengan tujuan mulia.(muhammadnuh@eramuslim.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1296&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/07/20/wortel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/07/wortel.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">wortel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulat</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/06/15/ulat/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/06/15/ulat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 07:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bulu]]></category>
		<category><![CDATA[garuk]]></category>
		<category><![CDATA[gatal]]></category>
		<category><![CDATA[ulat bulu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1292</guid>
		<description><![CDATA[Seorang gadis cilik tampak asyik bermain di halaman rumah yang penuh bunga. Ada bunga mawar, melati, ros, dan lain-lain. Sesekali, ia pandangi bunga itu satu per satu. “Aih, cantiknya bunga ini!” ucap gadis cilik sambil menyentuh tangkai bunga. Tapi, ia pun terkejut saat akan memetik bunga yang hampir di genggamannya itu. Seekor ulat bulu begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1292&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/06/ulat.jpg"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/06/ulat.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="ulat" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1293" /></a>Seorang gadis cilik tampak asyik bermain di halaman rumah yang penuh bunga. Ada bunga mawar, melati, ros, dan lain-lain. Sesekali, ia pandangi bunga itu satu per satu. “Aih, cantiknya bunga ini!” ucap gadis cilik sambil menyentuh tangkai bunga.</p>
<p>Tapi, ia pun terkejut saat akan memetik bunga yang hampir di genggamannya itu. Seekor ulat bulu begitu asyik menikmat dedaunan di sekitar bunga. Sebegitu lahapnya, sang ulat tak menyadari kalau ia sedang diperhatikan seseorang.<span id="more-1292"></span></p>
<p>Langkah sang gadis kecil pun menyurut. Ia pun mencari-cari sesuatu untuk menghentikan kerakusan ulat bulu yang bisa merusak bunga kesayangannya itu. “Ha, ada kayu!” ucapnya sambil mengarahkan kayu kecil itu ke tubuh sang ulat. Dan….</p>
<p>“Jangan, sayang! Biarkan sang ulat itu menampakkan kerakusannya!” ucap seseorang yang ternyata ibu gadis itu. Saat itu juga, gadis kecil itu pun menghentikan langkahnya dan merapat ke sang ibu. “Tapi, Bu…” ujarnya sambil menggenggam jari sang ibu.</p>
<p>“Anakku, biarkanlah. Saat ini, kita sedang diajari Tuhan tentang siapa ulat bulu,” jelas sang ibu sambil membelai rambut gadis kecilnya.</p>
<p>“Apa selamanya dia serakus itu, Bu?” sergah sang gadis kecil kemudian.</p>
<p>“Tidak, anakku. Ia serakus itu karena ingin sukses menjadi kupu-kupu yang indah!” jelas sang ibu sambil senyum.<br />
**</p>
<p>Begitu banyak pelajaran bertebaran dalam dinamika alam raya ini. Ada yang mudah ditafsirkan, dan tidak sedikit yang butuh perenungan.</p>
<p>Serangan ulat bulu seolah memberikan kita sebuah teguran. Bahwa keindahan fisik berupa penampilan, citra, wibawa, dan segala kemegahan jasadiyah lain yang dicita-citakan; semestinya tidak diraih dari menghalalkan segala cara dan penuh kerakusan. </p>
<p>(muhammadnuh@eramuslim.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1292&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/06/15/ulat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/06/ulat.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ulat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Secuil Kisah Si Tukang Batu</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/06/15/secuil-kisah-si-tukang-batu/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/06/15/secuil-kisah-si-tukang-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 07:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[batu]]></category>
		<category><![CDATA[keras]]></category>
		<category><![CDATA[tukang batu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1288</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang tukang batu yang menginginkan menjadi makhluk yang paling kuat. Pekerjaan sehari-harinya adalah memecah gunung batu, diambil batunya sedikit demi sedikit, dijualnya untuk mendapatkan imbalan demi menyambung hidupnya. Di saat bekerja memecah batu ini, si tukang batu seringkali mengalami kepanasan oleh terik matahari. Maka dia berpikir, “Wah, seandainya aku jadi matahari, maka tak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1288&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/06/tukang-batu.jpg"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/06/tukang-batu.jpg?w=150&#038;h=135" alt="" title="tukang batu" width="150" height="135" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1289" /></a>Ada seorang tukang batu yang menginginkan menjadi makhluk yang paling kuat. Pekerjaan sehari-harinya adalah memecah gunung batu, diambil batunya sedikit demi sedikit, dijualnya untuk mendapatkan imbalan demi menyambung hidupnya. Di saat bekerja memecah batu ini, si tukang batu seringkali mengalami kepanasan oleh terik matahari.</p>
<p>Maka dia berpikir, “Wah, seandainya aku jadi matahari, maka tak ada lagi yang bisa mengalahkan aku.” Maka dia berdoa agar dirinya berubah menjadi matahari. Permintaannya terkabul. Jadilah dia matahari. Merasa dirinya paling kuat. Tapi ternyata cuma sementara. Datanglah awan menutupi sinarnya. Si Matahari alias tukang batu berpikir, “kalo begitu, menjadi awan lebih kuat. Matahari saja bisa kalah.” Maka berdoalah dia agar berubah menjadi awan. Permohonannya terkabul lagi.<span id="more-1288"></span></p>
<p>Setelah menjadi awan, dia puas bisa mengalahkan matahari, bisa menurunkan hujan, mendatangkan banjir. Tapi itu pun cuma sebentar, bertiuplah angin. Awan menjadi kocar-kacir. Mendung hilang, dan si awan alias si Tukang Batu itu merasa kok dirinya dengan gampangnya dihembus oleh angin. Maka dia berpikir, “berarti anginlah yang paling kuat.”. Maka berdoalah sekali lagi si tukang batu itu, meminta agar dijadikan angin. Permohonannya terkabul. Maka setelah menjadi angin, mengacaulah dia. Merasa dirinya paling kuat, semua benda ditiupnya. Porak poranda, berantakan, tak ada yang kuat menghalangi kekuatannya.</p>
<p>Kecuali Gunung Batu, dia tiup sampai megap-megap sekuat tenaga tak bergeser sedikitpun :pusing: . Sampai kehabisan nafas, tetep tak bergerak si gunung itu. Sehingga kesimpulan si angin alias tukang batu berubah. “Gunung Batulah makhluk paling kuat”. Maka untuk kesekian kalinya, permintaannya dikabulkan, yakni menjadi gunung batu.</p>
<p>Baru sehari menjadi Gunung Batu, paginya dia merasa kesakitan karena dirinya dipukuli dan dimartil bertubi-tubi oleh makhluk yang namanya manusia yang profesinya sebagai “Tukang Batu”. Secuil demi secuil tubuhnya digerogoti terus. Maka sadarlah si Gunung Batu, bahwa sebenarnya mahkluk yang paling kuat adalah Tukang Batu, makhluk yang dulu pernah dia anggap paling lemah.</p>
<p>Manusia mampu membuat kerusakan besar terhadap alam semesta, namun sekaligus bisa juga membuat kemakmuran di alam semesta ini. Gunung yang meletus gak akan bisa melobangi langit. Tapi manusia yang goblok bisa melobangi ozon sehingga menganga lebar.</p>
<p>Gunung meletus, gelombang tsunami, meskipun dahsyat, kerusakannya tak akan sebanding dengan bom nuklir bikinan manusia. Gunung meletus bisa bikin tanah subur. Kalo bom nuklir, efek radioaktifnya belum tentu seratus tahun bisa kelar. Kitabullah juga mengisyaratkan bahwa, “kerusakan di darat dan di laut yang ada ini, semuanya merupakan buah perbuatan tangan-tangan manusia” (Lihat Surat ke 30 Ruum ayat 41).</p>
<p>Tak terkecuali yang sekarang terjadi di Porong. Jika ini merupakan buah dari perilaku dholim manusia, maka Kitabullah sudah mengingatkan :”Katakanlah (hai Muhammad), Dia (Allah) mampu mengirim siksa kepada kalian dari arah atas kalian, atau dari bawah kaki-kaki kalian(Surat ke-6 AL An’am ayat 65)</p>
<p>Sumber : Situslakalaka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1288/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1288/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1288&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/06/15/secuil-kisah-si-tukang-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/06/tukang-batu.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tukang batu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teka &#8211; Teki Imam Ghazali</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/05/03/teka-teki-imam-ghazali/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/05/03/teka-teki-imam-ghazali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 01:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[tebakan]]></category>
		<category><![CDATA[teka-teki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1285</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya tentang sebuah teka-teki: Imam Ghazali = &#8221; Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini? Murid 1 = &#8220;Orang tua.&#8221; Murid 2 = &#8220;Guru.&#8221; Murid 3 = &#8220;Teman.&#8221; Murid 4 = &#8220;Kaum kerabat.&#8221; Imam Ghazali = &#8220;Semua jawanan kalian benar. Tetapi yang paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1285&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/05/teka-teki.jpg"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/05/teka-teki.jpg?w=455" alt="" title="teka-teki"   class="alignleft size-full wp-image-1286" /></a>Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya tentang sebuah teka-teki:</p>
<p>Imam Ghazali = &#8221; Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?<br />
Murid 1 = &#8220;Orang tua.&#8221;<br />
Murid 2 = &#8220;Guru.&#8221;<br />
Murid 3 = &#8220;Teman.&#8221;<br />
Murid 4 = &#8220;Kaum kerabat.&#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8220;Semua jawanan kalian benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah, bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati, (Surah Ali-Imran :185).</p>
<p>Imam Ghazali = &#8220;Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?&#8221;<br />
Murid 1 = &#8220;Negeri Cina &#8220;<br />
Murid 2 = &#8220;Bulan.&#8221;<br />
Murid 3 = &#8220;Matahari.&#8221;<br />
Murid 4 = &#8220;Bintang-bintang.&#8221;<br />
Iman Ghazali = &#8220;Semua jawaban kalian tidak ada yang salah. Tetapi yang paling tepat adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan apa yang Allah perintahkan.&#8221;<span id="more-1285"></span></p>
<p>Iman Ghazali = &#8220;Apa yang paling besar di dunia ini?&#8221;<br />
Murid 1 = &#8220;Gunung.&#8221;<br />
Murid 2 = &#8220;Matahari.&#8221;<br />
Murid 3 = &#8220;Bumi.&#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8220;Semua jawaban kalian benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A&#8217;raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.&#8221;</p>
<p>IMAM GHAZALI = &#8220;Apa yang paling berat di dunia?&#8221;<br />
Murid 1 = &#8220;Baja.&#8221;<br />
Murid 2 = &#8220;Besi.&#8221;<br />
Murid 3 = &#8220;Gajah.&#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8220;Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua berkata tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.&#8221;</p>
<p>Imam Ghazali = &#8220;Apa yang paling ringan di dunia ini?&#8221;<br />
Murid 1 = &#8220;Kapas.&#8221;<br />
Murid 2 = &#8220;Angin.&#8221;<br />
Murid 3 = &#8220;Debu.&#8221;<br />
Murid 4 = &#8220;Daun-daun.&#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8221; Semua jawaban kalian tepat, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, dengan mudah kita tinggalkan sholat.&#8221;</p>
<p>Imam Ghazali = &#8220;Apa yang paling tajam di dunia ini?&#8221;<br />
Murid- Murid dengan serentak menjawab = &#8220;Pedang.&#8221;<br />
Imam Ghazali = &#8220;Itu benar, tapi benda yang paling tajam di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.&#8221;</p>
<p>sumber : situslakalaka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1285&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/05/03/teka-teki-imam-ghazali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/05/teka-teki.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">teka-teki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tukang Cukur dan Tuhan</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/05/03/tukang-cukur-dan-tuhan/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/05/03/tukang-cukur-dan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 00:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[cukur]]></category>
		<category><![CDATA[potong]]></category>
		<category><![CDATA[rambut]]></category>
		<category><![CDATA[tukang cukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1280</guid>
		<description><![CDATA[Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”. “Kenapa kamu berkata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1280&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/05/tukang-cukur.jpg"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/05/tukang-cukur.jpg?w=455" alt="" title="tukang cukur"   class="alignleft size-full wp-image-1281" /></a>Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.</p>
<p>Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.</p>
<p>“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.<br />
“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.</p>
<p>Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar??. Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”<span id="more-1280"></span></p>
<p>Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.</p>
<p>Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, gimbal, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,</p>
<p>“Kamu tahu, sebenarnya TUKANG CUKUR itu TIDAK ADA.”</p>
<p>Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??. Bukankah Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”</p>
<p>“Tidak!” elak si konsumen.<br />
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.</p>
<p>“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.<br />
” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.</p>
<p>“Cocok!” kata si konsumen menyetujui. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !</p>
<p>Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU Kembali kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”</p>
<p>sumber : Situslakalaka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1280&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/05/03/tukang-cukur-dan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/05/tukang-cukur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tukang cukur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matematika Wudhu, Anatomi Manusia &amp; Hitungan Hari</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/04/18/matematika-wudhu-anatomi-manusia-hitungan-hari/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/04/18/matematika-wudhu-anatomi-manusia-hitungan-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 01:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hitungan]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[wudhu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1275</guid>
		<description><![CDATA[Seorang dokter ahli bedah yang berprofesi juga sebagai staf pengajar anatomi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan dengan anatomi tubuh manusia khususnya tulang. Bertahun-tahun menggeluti ilmu bedah dan anatomi, akhirnya dokter tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1275&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/04/wudu.png"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/04/wudu.png?w=150&#038;h=120" alt="" title="wudu" width="150" height="120" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1276" /></a>Seorang dokter ahli bedah yang berprofesi juga sebagai staf pengajar anatomi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan dengan anatomi tubuh manusia khususnya tulang.</p>
<p>Bertahun-tahun menggeluti ilmu bedah dan anatomi, akhirnya dokter tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia dan sama dengan jumlah bilangan hari dalam 1 tahun hijriah.</p>
<p>Kebanyakan manusia tidak pernah memperhatikan jumlah tulangnya sendiri, bahkan seorang dokter sekalipun. Menurut ilmu anatomi, jumlah tulang manusia dewasa adalah 206 ruas (Henry Netter, 1906). Akan tetapi secara embriologis, pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan adalah sekitar 350-an pusat penulangan (Leslie Brainerd Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu ternyata dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun.<span id="more-1275"></span></p>
<p>Dalam kaitannya dengan ritual wudhu, pembasuhan anggota wudhu kebanyakan sebanyak 3 kali, dan ada yang 1 kali (membasuh kepala dan telinga). Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian-bagian tubuh yang dibasuh pada saat wudhu;</p>
<p>A. Lengan dan tangan (30 buah)<br />
1 buah tulang lengan atas<br />
2 buah tulang lengan bawah<br />
8 buah tulang pergelangan tangan<br />
19 buah tulang telapak dan jari-jari</p>
<p>B. Tungkai dan kaki (31 buah)<br />
2 tungkai bawah<br />
8 buah tulang pergelangan kaki<br />
21 buah tulang telapak dan jari-jari</p>
<p>C. Wajah (12 buah)<br />
1 buah tulang dahi<br />
1 buah tulang baji<br />
1 buah rahang atas<br />
1 buah rahang bawah<br />
1 buah tulang air mata<br />
1 buah tulang pelipis<br />
2 buah tulang hidung<br />
2 buah tulang pipi</p>
<p>D. Rongga mulut dan hidung (41 buah)<br />
32 gigi geligi<br />
1 buah tulang langit-langit<br />
1 buah rahang<br />
7 buah sekat dan karang hidung</p>
<p>E. Kepala dan telinga (12 buah)<br />
2 buah tulang pelipis<br />
2 buah tulang ubun-ubun<br />
1 buah tulang<br />
1 buah tulang baji<br />
1 buah tulang dahi<br />
1 buah tulang belakang kepala<br />
6 buah tulang pendengaran</p>
<p>Bagian tubuh poin A &#8211; D dijumlahkan : 30+31+12+41= 114.</p>
<p>Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena saat wudhu, dilakukan pembasuhan sebanyak 3 kali, menjadi : 114 x 3= 342.</p>
<p>Poin E tidak dikalikan 3 karena saat wudhu, kepala dan telinga dibasuh hanya 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12 didapatkan angka 354.</p>
<p>Angka ini sama dengan jumlah seluruh jumlah hari dalam 1 tahun hijriah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia. Dengan demikian membasuh anggota tubuh saat wudhu seakan-akan sudah membasuh seluruh tubuh. Apakah ini suatu kebetulan?? </p>
<p>sumber : situslakalaka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1275&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/04/18/matematika-wudhu-anatomi-manusia-hitungan-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/04/wudu.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">wudu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Keterkaitan Waktu Sholat Dengan Tubuh Manusia</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/04/07/rahasia-keterkaitan-waktu-sholat-dengan-tubuh-manusia/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/04/07/rahasia-keterkaitan-waktu-sholat-dengan-tubuh-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 07:58:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[keterkaitan]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1271</guid>
		<description><![CDATA[Setiap peralihan waktu solat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang boleh diukur dan dicerap melalui perubahan warna alam. Sebagai contoh, pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahasia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1271&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/04/sholat3.jpg"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/04/sholat3.jpg?w=144&#038;h=150" alt="" title="sholat3" width="144" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1272" /></a>Setiap peralihan waktu solat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang boleh diukur dan dicerap melalui perubahan warna alam. Sebagai contoh, pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh.</p>
<p>Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahasia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi. Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.</p>
<p>Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad bercantum (keserentakan ruang dan masa) &#8211; dalam erti kata lain jaga daripada tidur. Disini juga dapat kita cungkil akan rahsia diperintahkan solat diawal waktu.<span id="more-1271"></span></p>
<p>Bermulanya saja azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.</p>
<p>Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (isyraq &amp; dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zohor. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem penghadaman. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.</p>
<p>Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oranye,yiaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif. Rahasia warna oranye ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar ni jasad dan roh seseorang ini terpisah. Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Asar ni amat diperlukan oleh organ-organ reproduktif kita</p>
<p>Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka resonan dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga seelok-eloknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu la.) kerana banyak interferens (pembelauan) berlaku pada waktu ini yang boleh mengelirukan mata kita. Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.</p>
<p>Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak. Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam. Tidur pada waktu ini dipanggil tidur delta dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam kerehatan.</p>
<p>Selepas tengah malam, alam mula bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana ianya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus. Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiamullail.</p>
<p>Begitulah secara ringkas keterkaitan waktu solat dengan tubuh manusia. Manusia kini memang telah menyadari akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor penyebab munculnya bermacam-macam meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Semuanya dicipta untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.</p>
<p>Dan Kita sebagai umat Islam patut bersyukur kerana telah dikaruniai syariat sholat oleh Allah s.w.t tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini lewat berbagai macam tekhnik yang mulai tumbuh tadi. Hakikat ini seharusnya menyadarkan kita bahwa Allah s.w.t mewajibkan sholat atas hambanya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta karena Dia tahu hamba-Nya ini amat-amat memerlukannya.</p>
<p>Adalah amat malang sekali bagi kumpulan manusia yang amat lalai dalam menjaga solatnya. Semua yang terdapat di alam ini adalah untuk manfaat segala makhluk2 nya.</p>
<p>sumber : situslakalaka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1271&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/04/07/rahasia-keterkaitan-waktu-sholat-dengan-tubuh-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/04/sholat3.jpg?w=144" medium="image">
			<media:title type="html">sholat3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fadhilah Membaca AlQuran Meski Tidak Mengerti Artinya</title>
		<link>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/03/31/fadhilah-membaca-alquran-meski-tidak-mengerti-artinya/</link>
		<comments>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/03/31/fadhilah-membaca-alquran-meski-tidak-mengerti-artinya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 01:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rosehan anwar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[fadhilah]]></category>
		<category><![CDATA[fadhilah alquran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hifzhanberau.wordpress.com/?p=1267</guid>
		<description><![CDATA[Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : “ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1267&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/03/keranjang-batu.jpg"><img src="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/03/keranjang-batu.jpg?w=150&#038;h=111" alt="" title="keranjang batu" width="150" height="111" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1268" /></a>Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.</p>
<p>Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : “ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?<span id="more-1267"></span></p>
<p>Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”</p>
<p>Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali “.</p>
<p>Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.</p>
<p>Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air menggunakan keranjang batu ini, lalu diapun pergi mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.</p>
<p>Kakeknya mengatakan : ”Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ” dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah.</p>
<p>Anak itu kembali mengambil/ mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata : ”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.</p>
<p>Sang kakek menjawab : ”Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”</p>
<p>Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam.</p>
<p>”Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; luar dan dalam.</p>
<p>Sumber : Situslakalaka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hifzhanberau.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hifzhanberau.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hifzhanberau.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hifzhanberau.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hifzhanberau.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hifzhanberau.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hifzhanberau.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hifzhanberau.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hifzhanberau.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hifzhanberau.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hifzhanberau.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hifzhanberau.wordpress.com/1267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hifzhanberau.wordpress.com/1267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hifzhanberau.wordpress.com/1267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hifzhanberau.wordpress.com&amp;blog=6242861&amp;post=1267&amp;subd=hifzhanberau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hifzhanberau.wordpress.com/2011/03/31/fadhilah-membaca-alquran-meski-tidak-mengerti-artinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30827f3f88fa953a1f4e4d80b23c8716?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rosehan anwar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hifzhanberau.files.wordpress.com/2011/03/keranjang-batu.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">keranjang batu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
