Kecambah dan Stimulus
13 November 2011 at 14:55 Tinggalkan komentar
Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh sebuah Instansi seorang instruktur menyampaikan materi kepada peserta dengan menggunakan bahasa yang kalau boleh dibilang diatas rata – rata untuk audience yang ada, sehingga penafsiran yang terjadi kemudian menjadi hal yang dapat dikategorikan lucu.
Dalam seminar tersebut sang pembicara membahas masalah potensi wisata yang ada didaerah para peserta tinggal dimana dikatakan bahwa Instansi si Instruktur akan memberikan bantuan atau stimulus dana jika kecambah telah tumbuh tanpa menjelaskan apa maksud kalimat kecambah tersebut.
Setelah seminar tersebut selesai para peserta pulang kerumah masing-masing dengan perasaan senang karena telah mendapatkan ilmu dan janji akan diberikan dana bila kecambah telah tumbuh.
Dengan semangat tinggi para peserta seminar selanjutnya menanam kecambah dengan harapan sesuai janji dari Instruktur akan diberikan bantuan dana, karena lahan desa tempat peserta tinggal sangat subur.
Singkat cerita beberapa minggu kemudian setelah kecambah tumbuh para peserta mendatangi Instansi sang Instruktur dengan maksud menagih janji stimulus berupa dana bila kecambah telah tumbuh.
Menyadari kekeliruannya sang instruktur memohon maaf kepada para peserta serta menjelaskan bahwa kecambah yang dimaksud adalah adanya aksi atau kegiatan yang dilakukan dalam memajukan wisata di tempat asal para peserta seminar.
(RA)
Entry filed under: renungan. Tags: .






Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed